Ada Cinta MilikNYA

Kau tak perlu ragu menjemputnya

Abadi…

Dan tak akan pernah kau sesali

 

Perbicangan ringan di teras rumah nenek

Bibi      : Mana nih kiki, ko ga pernah kenalin pacarnya?

Aku      : Aku ga punya pacar Bi, dan memang ga pacaran? (sambil tetap tersenyum)

Bibi      : Yah, gimana ntr nikah kalo ga pacaran?

Aku      : Jodoh mah udah diatur atuh Bi, kalo waktunya nikah mah, insya Allah   dipermudah

Mama  : Tenang aja, ntr tiba2 ada undangan pernikahan dari kiki

Aku      : Aihhhh.. mama.. bisa aja😀

Nene    : Iya, kiki mah ga usah pake pacaran, ta’ arufan langsung nikah kan?

Aku      : Maunya seperti itu, doain ya😀

Semua  : Amiiiiiiiiiiiiiiin…..

 

Hmmmm….

Selalu begitu, kalo kumpul bareng keluarga besar, sepupu ku pada bawa pacarnya untuk di kenalin ke kami. Dan diantara mereka (Remaja-Remaji) hanya aku yang selalu tanpa gandengan (pacar). Aku sih biasa-biasa aja, tapi terkadang ada aja yang menanyakan kenapa aku ga mau pacaran dan ga punya pacar sampai saat ini. Sampe ada yang ga percaya kalo aku ga punya pacar. Apa aku ada tampang orang yang suka berpacaran????hehehe

Tapi, alhamdulillah sekarang pertanyaan itu sudah jarang dimunculkan dlm perbincangan keluarga, karena mereka udah tw prinsip aku tentang yang satu ini.

Ngomongin masalah jodoh, rasanya gado-gado..campur aduk gitu ^_^…untuk sekarang rasa yang lebih menguat ada rasa deg-degan dalam penantian dan harapan. Harapan agar nantinya dipertemukan dengan seseorang yang terbaik untuk hidup ku.

Aku memang tidak menginginkan berpacaran untuk menemukan cinta sejati. Karena agama telah menganjurkan cara yang ahsan untuk hamba2nya yaitu dalam media yang bernama ta’aruf. Memang banyak orang yang menilai, mana mungkin bisa  mencintai dengan seseorang yang baru dikenal. Tapi, apakah ada jaminan juga, kalo kita akan mengetahui seseorang lebih dekat dengan berlama-lama pacaran. Bukankah dalam dunia perpacaran, masing2 individu saling memberikan kelebihan dan menutup kekurangan dengan maksud agar terlihat “baik”.jadi aku tetap tidak bersimpati dengan kata pacaran kecuali pacaran yang telah dihalalkan dalam ikatan pernikahan.

Hmmmm..banyak harapan dan cita2 yang ingin diwujudkan bersama pendamping hidup.. dengan seorang suami yang pastinya aku akan menjadi istri yang paling bahagia karena bisa berada disisinya, berjuang bersama dalam dakwah…. sangat indah pastinya hari-hari yang akan dilewati…

suatu saat nanti, aku berharap akan ada langit yang menghampiriku di balik bukit, membawa kesejukan angin dan cinta putihnya dari awan.. berarak-arak berkumpul di bukit kecilku..ya di bukit rumahku ^_^

—————————————————————————————————-

Rabbana hablana milladunka zaujan thayyiban wayakuna shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah