Oleh-oleh dari wisata hati di Mesjid Al-Ghifari,IPB pekan lalu..

 

Spirit Ramadhan membawa efek besar dalam segala aspek kehidupan kita, setidaknya minimal satu bulan penuh. Misalnya, yang tadinya malas membaca Al-quran tetapi dalam bulan ramadhan dengan senang hati membacanya walau cuma 1 halaman saja. Atau yang tadinya suka marah-marah, di bulan ramadhan bisa meredakan amarahnya. Yang tadinya pelit jadi bisa berbagi (menunaikan zakat).dll… Tapi fenomenanya, setelah Ramadhan meninggalkan kita yang terjadi di masyarakat adalah kembali seperti “semula”.. sangat disayangkan.. hanya sedikit orang yang bisa mempertahankan spirit Ramadhan..

 

Padahal ya… esensi ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan adalah menghidupkan nurani untuk kembali pada fitrah. Sedangkan fitrah sendirikanadalah kondisi terbaik manusia dihadapan Allah SWT dan manusia (Hablul minallah dan Hablul minannas). Dengan kondisi fitrah terbaik inilah yang akan memudahkan kaum muslim mendapatkan kebaikan dan keberkahan Allah SWT….Subhanallah ya..

 

Tapiiiiiiiii…Suka aneh deh,,,, katanya kembali Fitrah.. tapi koq ga mw berubah???

 

Mungkin kebanyakan dari kita belum paham akan makna sesungguhnya ibadah di bulan Ramadhan.. jadi hanya sebatas menggugurkan kewajiban saja. Padahalkanlebih dari itu ya… Bulan ramadhan adalah bulan untuk mendidik, belajar, bekal, mengasah ibadah kita agar setelah bulan Ramadhan kita menjadi pribadi2 yang lebih baik lagi.

 

Dapet tips ni gimana caranya agar spirit ramadhan tidak cepat pudar (Dikutip dari Dr Jamaluddin Achmad Kholik MA)

  1. Mempertahankan pengawasan terhadap diri sendiri
  2. Melanggengkan siraman hati dan jiwa yang kering
  3. Mengubah moral yang kurang terpuji
  4. Mengubah polapikir yang Stagnan
  5. Membangun jiwa berkorban
  6. Mengasah kepekaan social
  7. Merealisasikan tujuan

 

#Ayooo diperektekkan yaaaa….Semoga bermanfaat#