Allahumma Ballighnaa bi rahmatika fi syahril Ramadhan

(Ya Allah sampaikanlah kami dengan Rahmat pada Bulan Ramadhan)

 

Subhanallah.. tak terasa Bulan suci yang dirindui oleh umat islam akan segera tiba… banyak ekspresi yang bisa digambarkan mulai dari yang menggapnya seperti biasa2 saja sampai ada yang mempersiapkan kedatangannya secara maksimal. Yang jelas bagi seorang muslim sejati, Moment bulan Ramadhan  adalah moment yang ditunggu2 untuk meningkatkan kualitas ibadah dan amalan kita. Karena pada bulan itu semua amalan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Sebenarnya, apa saja yang harus kita persiapkan untuk kedatangannya (Red. Bulan Ramadhan).. Yuk kita lihat penjabaran berikut ini…

Setidaknya, kita harus mempersiapkan 4 point di bawah ini :

1.Persiapan ruhiyah.

Persiapan ruhiyah yang kita perlukan adalah dengan cara membersihkan hati dari penyakit aqidah sehingga melahirkan niat yang ikhlas. Pengokohan aqidah adalah pondasi utama dalam persiapan ruhiyah ini. Tanpa aqidah yang benar, bisa jadi seseorang justru terjatuh dalam syirik. Dan kesyirikan selamanya takkan berbuah keikhlasan. Aqidah yang benar adalah kuncinya. Karenanya surat di dalam Al-Qur’an yang kesemuanya membahas aqidah dinamakan surat Al-Ikhlas.

2.Persiapan fikriyah.

Agar Ramadhan kita benar-benar efektif, kita perlu membekali diri dengan persiapan fikriyah. Sebelum Ramadhan tiba sebaiknya kita telah membekali diri dengan ilmu agama terutama yang terkait secara langsung dengan amaliyah di bulan Ramadhan. Tentang kewajiban puasa, keutamaan puasa, hikmah puasa, syarat dan rukun puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, serta sunnah-sunnah puasa. Juga tarawih, I’tikaf, zakat, dan sebagainya.

3.Persiapan jasadiyah.

Ramadhan membutuhkan persiapan jasadiyah yang baik. Tanpa persiapan memadai kita bisa terkaget-kaget bahkan ibadah kita tidak bisa berjalan normal. Ini karena Ramadhan menciptakan siklus keseharian yang berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Kita diharapkan tetap produktif dengan pekerjaan kita masing-masing meskipun dalam kondisi berpuasa. Kita juga akan melakukan ibadah dalam porsi yang lebih lama dari sebelumnya. Shalat tarawih, misalnya.

4.Persiapan maliyah.

Persiapan maliyah yang diperlukan dalam menyambut bulan Ramdhan bukanlah untuk membeli baju baru, menyediakan kue-kue lezat untuk Idul Fitri, dan lain-lain. Kita justru memerlukan sejumlah dana untuk memperbanyak infaq, memberi ifthar (buka puasa) orang lain dan membantu orang yang membutuhkan. Tentu saja bagi yang memiliki harta yang mencapai nishab dan haul wajib mempersiapkan zakat maal-nya. Bahkan, jika kita mampu berumrah di bulan Ramadhan merupakan ibadah yang bernilai luar biasa; seperti nilai haji bersama Rasulullah SAW.

Hal lain yang bisa kita persiapkan adalah menyusun target Ramadhan, yang tujuannya adalah untuk memotifasi diri untuk menjalankan ibadah bulan ramadhan secara maksimal. Jangan sampai ibadah yang kita lakukan tidak bernilai apa-apa, hanya sekedar menggugurkan kewajiban saja. Target yang kita buat kita  ukur dengan kemampuan kita, akan lebih baik lagi jika kita menaikan standar ibadah dari yang biasa kita lakukan. Misalnya biasanya dalam 1 hari membaca al-Quran 2 lembar menjadi 1 jus per hari, menambah hafalan Al Quran, memperbanyak sedekah dan amalan-amalan lain. Semoga dengan begitu  ibadah puasa kita kian mengasyikan dan bermakna karena dari awal kita sudah mempersiapkannya dengan matang dan kita telah mempunyai tujuan yang jelas yaitu ingin kembali fitrah.

 

Semoga Rahmat selalu setia mengiringi langkah kaki kita..amin,,

 

_Indonesia2011