Ya Allah
Jika dia benar untukku
Dekatkanlah hatinya dengan hatiku
Jika dia bukan milikku
Damaikanlah hatiku
Dengan ketentuan-Mu (De-Hearty-Permata Yang Dicari)

Kata-kata ini memenuhi ruang di layar hp mungil ku. Tak sabar untuk melihat apa isi pesannya..yang semula kuharap akan ada senyum lebar di wajah ini.

“Assalamualykum, de apa kabar? Gmn kabar kuliah sama kerjaan ny? Gimana kabar keluarga? Udah lama ya ga denger kabar ade he..he.. oya de, kaka mohon doanya ya dari kamu, Insya Allah minggu ini kaka mw walimahan. Doakan semoga semuanya berjalan sesuai rencana .Amin,, ade bisa datang? walimahannya di kota cirebon de.”

Ku baca berulang kali sms itu, sampai kuyakin tidak ada satu katapun yang aku salah membacanya. Tak terasa pipiku sudah basah dengan air mata, hatiku seperti retak, rapuh bahkan patah sepertinya. Langit diatas sana seakan akan menjadi kelabu, buram tak seindah sebelumnya T_T . AKU PATAH HATI.

Ku tak mampu berkata-kata

Hanya air mata yang bicara

Yang setiap tetesannya menceritakan luka

Tentang semua yang kurasa

Dan jika tetesan itu bisa menyembuhkan luka dihatiku

Ku mohon kepada-MU…Ya Rabb

Izinkan aku menangis

Menangis hingga aku bosan dengan tangisanku sendiri

Dengan begitu mungkin hatiku akan tenang

Mungkin…

Aku pulang dengan keadaan jiwa yang  rintih. Aku menangis dengan hati yang penuh dengan kekecewaan, rasa marah, dan menyesal. Aku kira semuanya telah selesai. Dengan berbagai perasaan tadi aku ketikan kata yang kutujukan untuknya, hanya dua kata “KAKA JAHAT!”

Tak lama dari itu, ada telepon masuk. Dia…. Dia menghubungiku. Aku berniat untuk mengabaikannya bahkan ingin ku me-reject panggilannya,  cuma tak kulakukan. Jariku telah terlebih dahulu menekan tombol berwarna hijau.

Aku : “Hallo, Assalamualykum”

Dia : “ Wa’alaykumsalam, de! Kamu kenapa? Ko sms kayak gitu?

Aku : “Kaka ga sadar? Maksud kaka apa sih sebenernya?”

Dia : “ Kaka bener2 ga ngerti apa yang kamu omongin de. Kaka minta maaf kalo kaka ada salah. Bisa kasih tau apa kesalahan kaka?”

Aku : “Pertama, apa maksud omongan kaka terakhir itu, waktu kita ke book fair? Kedua, kaka udah lama banget ga kasih kabar dan tiba-tiba datang dengan kabar yang sangat mengejutkan hatiku. Kenapa ka?”

Dia : “Maaf,,maaf..maaf de,, kaka salah.. ga seharusnya kaka ngomong seperti itu. Waktu kaka nanyain hal itu ke kamu, kamu Cuma diam, ga ada respon, akhirnya kaka ambil kesimpulan sendiri, mungkin kamu belum siap, dan masih mau merajut mimpi-mimpi kamu.

Aku : “ Aku perempuan ka!, mana mungkin dengan gampangnya mengutarakan cinta, perasaan.

Dia : “ Hmmmm..makannya de, kalo punya perasaan jangan terlalu di pendam.

Aku : “Iya ka.. aku ngerti, aku sangat paham. Aku kira pembicaraan ini sudah cukup. Maafkan atas semua kebodohanku. Semoga kaka bahagia.”

Dia : “De, kamu nangis?”

Aku : “Maaf,Wassalamualaykum”

Tak tahan dengan air mata ini yang tak bisa ku bendung lagi tetesannya. Lebih dari itu, ada yang lebih sakit sepertinya….. mungkin HATIKU. Kejadian itu sungguh membuatku kehilangan semangat. Semangat untuk kerja, kuliah bahkan untuk sekedar menunaikan hak perut. Untungnya keluarga dan sahabat selalu ada untukku. Dalam lamunanku aku teringat kata sahabatku yang satu ini.

“Honey, tenangkan hatimu ya, istigfar, kamu ga malu sama Sang Pemberi Nikmat dan Cobaan? Ini Cuma masalah kecil yang aku yakin kamu bisa melewatinya dengan baik bahkan dengan sangat baik. Tenang aj.. masih banyak “Dia..dia” lainnya, yang lebih keren, sholeh, baik yang nantinya sangat pantas untukmu.okeh!!! ikhlaskan y neng, anggap aja berarti memang bukan jodoh he..he.. SEMANGAT!!!”

Hmmmm…aku sudah mulai bisa menerima semuanya dengan hati yang lapang. Membuang perasaan yang sempat singgah di hati ini, sambil terus ku perkuat hubunganku dengan Allah. Karena ku tahu, Aku teramat lemah tanpaNYA.

Tepat satu hari menjelang pernikahannya, aku menguatkan diri untuk memberinya ucapan selamat dan doa, dan berharap semoga ukhuwah tetap berjalan dengan baik. Tak ada yang perlu disesalkan, karena itu telah berlalu. Aku juga meminta maaf karena tidak bisa hadir di acara walimahnya. Jangan Tanya kenapa? Ku kira kalian tw apa alasannya.

_Saat ini_

Duduk disini terasa sangat nyaman dan menyenangkan, ditemani teh hijau dan mochi yang kubawa dan kubuat sendiri.Tak terasa sudah musim semi lagi, Bunga sakura begitu menawan.. membuatku betah berlama-lama hanya sekedar untuk melihatnya. Taman Akashi ini menjadi lebih ramai dari biasanya, tapi tak sedikitpun aku kehilangan pesonanya.

Apa kabar hati?? Hatiku saat ini sangat bahagia, teramat bahagia akan semua nikmat-NYA yang telah diberikan untukku. Saat ini ku sedang melanjutkan sekolahku disini.. yuuupz… di negri sakura. Di negri ini, ku mulai merajut mimpi-mimpiku dan aku sangat menikmatinya(^_^).Dibalik kelopak indahnya bunga sakura, tersimpan catatan mimpi-mimpiku yang akan kuraih seiring perjalanan waktu ini.

——————-

Pukul 15:00,, kukira cukup untuk pemandangan indah hari ini, sekarang waktunya pulang .Menyiapkan makan malam untuknya, Untuk seseorang yang sekarang menjadi imamku (watashi no otto).Semoga aku tidak telat sampai rumah ^^v

Ketika kehendak Allah tidak kita pahami, marilah kita bersabar, bersyukur dan ikhlas. Karena kebahagiaan itu ada disini.. di hati kita. Tidak akan pernah ada seseorang yang bisa merampasnya.. karena kebahagiaan itu ada di dalam keimanan

2011_@Bumi MilikNYA