Selalu ada permata dibalik derita dan air mata. Selalu ada makna di setiap peristiwa dan cobaan. Sesungguhnya Rencana Allah lebih Indah dari impian kita. Tersenyumlah.. Jangan bersedih.. Karena kesedihanmu, air matamu terlalu berharga hanya untuk sebuah dunia yang fana ini…

Aku mengenal sosoknya yang sederhana, cerdas, bijaksana dan yang paling membuatku kagum adalah pesona kesholehannya. Ya, dia yang telah diam-diam mengisi ruang kosong di sudut hati ini, dia yang kukenal sejak 4 tahun lalu. Awal pertemuan yang tidak disengaja dan karena kesalahpahaman di “Warnet”, bisa membuat pertemanan ini berlanjut hingga hari ini. Yupzz… setidaknya “Hanya sebagai teman”.

Kepribadiannya yang cerdas, baik, dan kritis dalam menyikapi suatu hal. Membuat kami sering bertukar pikiran tentang banyak hal. Mulai dari hal sederhana hingga hal2 yang rumit yang butuh pemikiran kelas yang asyik untuk diperdebatkan, Misalnya seputar politik, hukum dan pemerintahan. Aku nyaman dengan pertemanan ini, Walau terlihat aneh dengan pertemanan seperti biasanya. Ini dikarenakan karena kami sangat jarang bertemu, bertatap muka, berdiskusi dalam 1 meja yang sama. Kami banyak berkomunikasi lewat tulisan. Tulisan yang tak secara langsung telah berikanku gradasi warna di hati ini.hmmmmmmmmmmmm…….

Satu tahun belakangan ini, sangat jarang komunikasi berjalan “normal”. Mungkin dengan kesibukanku di dunia perkuliahan dan ditambah dengan statusku sebagai wanita karir dan aktifis dakwah. Juga kupikir, dia yang semakin sibuk dengan pekerjaannya, sering dinas ke berbagai kota. Sesekali ada pesan masuk darinya, hanya sekedar tanya kabar dan tanya kesibukan masing-masing.  Tapi itu sangat jarang sekali.. sampai suatu hari ketika hujan mulai menjatuhkan tetesan sejuknya. Ponselku bergetar diikuti dengan melodinya edcoustic-Muhasabah cinta.

Assalm.De, bisa bantu kaka cari informasi tentang polymerisasi? kaka ada project tentang hal itu.Kaka agak kebingungan, maklum bukan lulusan kimia. Bisa kan kita diskusi? Insya Allah minggu ini kaka ke Bogor, kita ketemuan di Islamic book fair y jam 4 sore.sekalian mau nepatin janji ke ade sama mau ada hal serius yang mau diomongin.  Bisa?

Aku tidak langsung membalas sms itu, aku masih bertanya2 dengan kalimat terakhirnya “ada hal serius yang mw diomongin”.kira-kira apa yah? aku mulai mengandai-andai hinggaku tersentak dengan bunyi ponselku sendiri…1message received, masih dari dia “bisa g de?”… Langsung ku replay dan kuketikan “Insya Allah bisa” lalu klik send.

Hari untuk bertemu itupun tiba. Aku bersama ke-2 temanku datang menuju tempat book fair yang diadakan di PPIB. Ketika kedua temanku sedang asyik memilih buku islami untuk dikoleksi, aku mendapat sms dari kaka itu kalau dia sudah berada di dalam tempat bookfair itu dan posisi dia tepat di belakangku (di depan stand buku2 terbitan “maghfirah Pustaka”). Saat itupun tubuhku mendadak kaku dan tanganku yang mulai berkeringat dingin lalu terdengar suara yang tak asing memanggilku “de, Assalamualykum”

Dengan sikap yang aku “paksakan” untuk terlihat biasa aku menoleh ke belakang “wa’alaykumsalam, ka udah lama disini?” (basa-basiku)… lalu tanpa banyak buang waktu di tempat ramai itu, dia mengajukan banyak pertanyaan seputar kimia kepadaku dan aku berusaha menjawab pertanyaan demi pertanyaan sesuai kadar pengetahuanku. Setelah dia rasa cukup informasi yang dibutuhkan, tak kusangka ia mengajukan pertanyaan itu kearahku.. “de, kapan rencana nikah?” (Deg.. dalam hati kusangat  kaget dan binggung untuk menjawab apa???? tapi untuk mencairkan suasana aku jawab aja dengan nada becanda).. kataku “kapan yah? belum ada calonnya sama belum ada yang berani kerumah he..he.. kaka sendiri kapan?”..Dengan nada datar dia menjawab pertanyaanku dengan mantap “kalo kaka sih, rencananya sebelum lebaran ini, mungkin akhir mei ini, siap2 ya de!”

SIAP-SIAP?? Tambah gak ngerti maksud ucapan dia, kembali kupancing ucapannya dengan”siap-siap apa ni? siap cari bantuin calonnya? atau jadi panitia walimahannya?”he..he..(sangat jelas tergurat di wajahku , aku yang sedikit tertawa hambar di depannya, setidaknya untuk menenangkan hati yang kacau)

Responnya cukup aneh, tidak ada gambaran senyum, sebal, atau marah dengan pertanyaanku barusan. Dia tidak menjawab pertanyaan terakhirku yang sebenarnya aku sangat ingin tau jawabannya..huft.. dia langsung mengucapkan terimaksih dan langsung pamitan untuk segera pergi dari tempat book fair ini. Sungguh.. sangat membingungkan.. sepanjang perjalananku pulang, terus perkataan itu mengiang-ngiang di atas kepalaku,, terus ku mencari jawaban pembenaran sendiri tanpa aku ingin meminta penjelasan lebih darinya, karena itu percuma… karena aku terlalu malu untuk memulainya.

Hari-hari berikutnya berjalan dengan menakjubkan, hasil kuliahku yang memuaskan, pekerjaanku yang menyenangkan membuat ku lupa sejenak tentang sosoknya. Rutinitasku yang semakin meminta banyak waktu dariku membuatku terpaksa menyingkirkan dahulu masalah hati. 5 bulan sejak kejadian di book fair itu, aku dan dia lost contact, tak ku dengar kabarnya, sebenarnya bisa saja ku mengetahui kabarnya dengan sekedar mengirim sms atau menyapa lewat fb. tapi tidak kulakukan dengan alasan satu ini “SIBUK”.

Tapi entah kenapa mataku tertuju pada kalender yang terpasang di pojok kelas dan di situ tertulis MAY 2011. Yuppz… Mei.. bulan Mei.. bulan dimana rencana sakral yang akan ia laksanakan dan aku harus bersiap2. Bersiap-siap untuk melakukan apa??

Ketika sedang memikirkan hal itu, suara ponsel menjerit meminta segera dilihat isi pesan yang masuk ke inbox ku. Benar-benar tidak kuduga sebelumnya, pengirim sms baru itu adalah dia. segera kubuka sms itu dengan hati senang, tapi sayang… kenapa untuk membaca isi pesan itu memerlukan air mata yang sulit kuhentikan tetesannya..

Isi pesan itu “………”

_Bersambung

NB: Jazakillah khair untuk pemeran “Aku” yang telah menginspirasiku