Awalnya….

Kucoba mendefinisikan secara logika

Mengartikannya menggunakan bahasa

Memaknai dengan perasaan

Tentang suatu hal…

Hal yang membuatku berfikir keras

Atas keraguan yang mengusik hati

Sesuatu yang membuatku tak yakin

Fenomena yang jelas di depanku

Sebuah fenomena yang tidak kasat mata

Sebuah adat yang sudah menjadi biasa

Disini semua itu terlihat

Negri dengan sejuta keanekaragaman

Di tengah popularitas modernisasi

Masih tampak jelas tradisi dengan mistisnya

Mengaitkan agama sebagai bumbunya

Menjadikannya sebagai hal yang harus dilestarikan

Mengatasnamakan sebuah budaya

Yang harus dilestarikan keberadaannya

Yang harus terjaga keasliannya

Yang harus terus dan terus untuk dipertahankan

Sungguh aneh untukku analisis

Berbagai macam budaya dengan bau mitosnya

Dicampurnya dengan unsur agama

Dijadikannya suatu acara yang sakral

Untuk dipuja dan dihormati

Agama yang suci….

Haruskah rela untuk dikorbankan?

Hanya untuk mempertahankan tradisi

Simbol warisan dari nenek moyang

Ketika semuanya telah dicampur adukan

Tidak bisakah kita lihat lebih dalam lagi

Akan sebuah pertanggungjawaban kepadaNYA

Atas sikap kita yang telah menduakannya

Sungguh….

Cukuplah Allah sebagai Pelindung

Penopang segala urusan manusia

Pemberi banyak nikmat

Tak perlu kau sembah gunung, laut dan matahari

Karena ALLAH-lah yang terhebat dan terkuat

Dimana yang lainnya akan melemah dan binasa

Bukalah mata hati kita

Coba lihat dengan jiwa

Ketika yang suci ternodai

Ketika yang putih terkotori

Apakah semua ini telah kau renungkan?

Budaya itu indah…

Jika ditata dengan bijak

Ambilah sari dari sebuah keanekaragaman

Buanglah ampas yang mungkin telah melekat kuat

Jadikan agama sebagai pedoman hidup kita

Karena kita adalah…

Manusia beriman

_Oleh Rizki Emilia